PANEN JAGUNG

Hari ini adalah hari Minggu, tepatnya tanggal 13 Nopember 2011. Aku dan adik Fael diajak bapak ke sawah untuk memanen jagung. Sesampai di sawah, embah kakung dan putri masih bekerja. Embah putri memetik jagung dari pohonnya dan embah kakung mengusung jagung-jagung tersebut ke pematang (embong sawah).

Embah putri di tengah sawah memetik jarung. Yahhh mukanya tidak kelihatan
Embah kakung menata jagung di karung

Cuaca di sawah sangat panas karena sudah menjelang tengah hari. Karena belum selesai, aku dan adik Fael turut serta memetik jagung dan dimasukkan di dalam karung bagor. Wah sudah panas, gatal lagi. Aku tidak menghitung berapa jagung yang telah aku petik. Tetapi yang jelas aku bantu mbah putri sampai selesai.

Dhuh panas dan gatal
Tapi aku gembira kok
adik Fael juga ikut petik jagung.
Dapat berapa karung di Fael
Tapi karena capek, dia lalu cari belalang.
Hore Fael dapat seekor belalang kecil
Sementara bapak, mengusung membantu mengusung jagung ke pematang. Bapak membawa karung jagung di atas kepalanya (menyunggi) tetapi kadang-kadang juga digendong di punggung.
Wah, Bapak nyunggi karung jagung. berat ya??
Aku membayangkan betapa beratnya embah setiap kali panen (panen padi atau panen jagung). Sudah panas, gatal, dan kulitku tergesek-gesek daun jagung yang berbulu dan bikin gatal. Ah susahnya menjadi petani. Pekerjaan petani seperti embah sangat berat, capek, dan membuat kulit hitam legam. Tetapi embah gembira karena panennya cukup bagus tahun ini. Embah putri berjanji padaku, nanti kalau jagung sudah dijual, aku mau diberi uang untuk membeli sepatu karena tahu sepatuku telah sobek. Maka aku bersemangat membantu embah.

 

Dik Gita nyusul ke sawah ama bulik

Nah sekarang sudah jam 3 sore. Pekerjaan memetik jagung telah selesai. Tiba saatnya untuk mengangkut ke rumah dengan kendaraan roda empat tetanggaku. Jarak sawah dengan rumah cukup jauh, sekitar 3 kilometer. Kali ini aku tidak bareng dengan bapakku karena motornya tidak cukup untuk mengangkut dik Fael, embah putri dan aku. Aku ikut kendaraan sampai ke rumah menumpang di atas tumpukan jagung. Asyiik….aku senang sekali. Rasa capekku tidak terasa lagi.. dan yang penting aku bakal dibelikan sepatu jika embah sudah menjual jagungya…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s